Ticker

6/recent/ticker-posts
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø¥ِÙ†ْ تَÙ†ْصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَÙ†ْصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Crew Awal M-Izone

Tak terasa sudah berlalu masa-masa pertemuan dengan orang-orang yang kece dari M-Izone. M-Izone atau kepanjangan dari M Islamic Zone ini merupakan nama rumah yang dikontrakan kepada teman-teman Mahasiswa. 

Beginilah kami, sang perantau yang ingin menuntut ilmu ke pulau seberang. Sudah sejak awal saya kuliah dan tinggal di sini bersama kakak tingkat yang kece-kece. Namun apa daya, mereka telah berada di tahap kehidupan mereka selanjutnya, yaitu bekerja di BPS (Badan Pusat Statistik). Tinggallah kami beberapa orang di sini menanti tahapan kehidupan kami selanjutnya.

Kontrakan yang awal-awal dihuni oleh Raffi, Mas Aan, Mas Damas, Mas Marwan, Mas Dodo, Mas Aziz, Thoifur, dan Saya ini adalah kontrakan yang penuh kisah dan kenangan. Kontrakan yang didominasi oleh Jurusan Komputasi ini sering kali menjadi ‘orang malam’ dan selalu berhadapan dengan Laptopnya. Setelah pulang kuliah langsung ke dalam kontrakan sambil memainkan laptopnya. Sehingga tak jarang ada statement dari tetangga di sini kalau anak STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) itu rajin-rajin sering belajar di rumah.. Padahal ###%$

Document Pribadi

Perpisahan kami di salah satu rumah makan yang secara tiba tiba pada malam hari sangatlah menyenangkan. *Mungkin karena Gratis#

Makanannya pun lumayan enak lah bagi mahasiswa kontrakan seperti kami. Kehidupan anak Kontrakan sebenarnya tidak jauh beda dengan aak kosan. Jika kamu tau seperti apa hidup di kos-kosan, begitu juga lah kehidupan di kontrakan.
Document Pribadi

Cita rasa aroma makanan yang begitu lezat dilengkapi dengan saus yang meluber belum lagi ditambahi mayonnaise membuat saya tak tahan untuk memakannya. Tapi ya seperti rumah makan lainnya, Nasinya hanya sedikit jika dipandang dari kacamata mahasiswa kontrakan. Tapi Alhamdulillah lah kami masih sempat makan makanan yang begituan. 

Dan perpisahan kami pun diakhiri dengan statement masing-masing orang.
“Kami tak bisa memberi suatu kenangan kepada kakak kakak yang telah pergi bekerja di daerah masing-masing, tetapi kami hanya bisa memberikan waktu perjumpaan kita sebagai kenang-kenangan kita bersama”.
Terimakasih dan sampai jumpa lagi di lain waktu. Jika tidak bisa bertemu di dunia ini, Insya Allah kita akan bertemu di surga-Nya Allah SWT. Aamiin.

Post a Comment

0 Comments