Bulan
Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti oleh umat islam dalam menjalankan
ibadah karena banyaknya kelebihan-kelebihan di dalamnya. Diantara kelebihannya
adalah Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qurán, dibukanya Pintu
Surga dan ditutupnya Pintu Neraka, bulan yang penuh Berkah dan Pengampunan,
bulan yang melipatgandakan pahala, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih
baik dari 1000 bulan, bulan yang mustajabahnya do’a, serta bulan yang
mengajarkan kepada kita tentang kesabaran dan meningkatkan ketakwaan.
Namun,
saat semua umat islam bergembira atas bulan suci Ramadhan, Pandemi Covid-19 pun
tak kunjung selesai. Dampak Pandemi pun telah merubah suasana bulan Suci
Ramadhan kali ini. Biasanya pada bulan Ramadhan sebelum-sebelumnya kita sering
mendengar suara mengaji yang intens dari Masjid/Mushola dekat rumah kita,
adanya kegiatan buka bersama baik di masjid/mushola maupun dengan teman
seperjuangan, banyaknya kegiatan-kegiatan untuk ngabuburit sambil menunggu
waktu berbuka, banyaknya ustadz-ustadzah yang muncul di pertelevisian, adanya
sholat tarawih di Masjid/Mushola, adanya sahur bersama di Masjid/Mushola, dan
masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi suasana
Ramadhan.
Tetapi
Ramadhan kali ini berbeda, kegiatan-kegiatan yang sering kita jumpai selama
Ramadhan seperti yang disebutkan sebelumnya tidak kita jumpai lagi karena
adanya pandemi yang berkelanjutan ini. Ibadah pun jadi semakin sulit,
masjid/mushola pun tertutup dan tidak menyelenggarakan sholat tarawih, tidak
mengadakan buka bersama maupun sahur bersama, tidak terdengar lagi dengan
sering suara-suara mengaji dari masjid/mushola, serta kegiatan-kegiatan lain
yang sifatnya berkumpul bersama.
Kini
saatnya masyarakat Kalimantan Timur secara agregat mengimplementasikan Ibadah
3.0 (Three point zero). Dalam dunia
perindustrian, kita mengenal Revolusi 3.0. Revolusi Generasi Ketiga ini
ditandai oleh perkembangan semikonduktor dan proses otomatisasi industri.
Dengan kata lain, dunia sedang bergerak memasuki era digitalisasi. Kemunculan
teknologi digital dan internet menandai dimulainya Revolusi Industri 3.0.
Ibadah
3.0 adalah ibadah yang memasuki era digitalisasi. Ibadah yang dilakukan sebagai
akibat dari munculnya teknologi dan internet. Seperti kajian online via aplikasi zoom, kultum setelah tarawih via aplikasi zoom, kegiatan ngabuburit buka puasa secara online, buka bersama secara online dari rumah masing-masing,
mendengarkan ngaji lewat media online,
tadarus Al-Qur’an secara online, dan
kegiatan ibadah lainnya yang bisa kita ubah menjadi online.
Sudah
saatnya kita beralih secara menyeluruh ke ibadah 3.0 selama pandemi ini.
Diketahui dari tahun ke tahun mulai tahun 2016 hingga 2019 persentase orang yang
berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam tiga bulan terakhir di
Kalimantan timur terus mengalami kenaikan.
Data
yang diperoleh dari Survei Sosial
Ekonomi Nasional Maret yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur menyebutkan bahwa
persentase penduduk yang berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam
3 bulan terakhir pada tahun 2019 adalah sebesar 59,12 persen atau sebanyak 1.993.282
jiwa. Persentase penduduk yang mengakses internet ini lebih didominasi oleh
pihak laki-laki sebesar 61,29 persen
atau sebanyak 1.086.130 jiwa dibandingkan
pihak perempuan yang hanya sebesar 56,71
persen atau sebanyak 907.059 jiwa.
Dibandingkan
tahun lalu, angka tahun 2019 ini ternyata mengalami kenaikan sebesar 8,87 persen dibanding tahun 2018.
Artinya ada kenaikan sejumlah 335.512
jiwa penduduk laki-laki dan perempuan yang berumur 5 tahun ke atas yang
bertambah dalam mengakses internet 3 bulan yang lalu.
Angka
yang dicatat oleh BPS Kalimantan Timur mencatat bahwa persentase penduduk yang
berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam 3 bulan terakhir di
Kalimantan timur pada tahun 2016 adalah sebesar 26,77 persen, pada tahun 2017 sebesar 42,14 persen, pada tahun 2018 sebesar 50,25 persen, dan pada tahun 2019 sebesar 59,12 persen.
Jumlah
yang besar ini seharusnya bisa mengubah pola ibadah yang sifatnya bertemu
langsung menjadi bertemu di media secara daring. Sehingga pada ramadhan kali
ini umat islam tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan lebih
berkualitas tanpa mengurangi ibadahnya sedikitpun.
----------------
Tulisan Ini dimuat di Koran Tribun Kaltim Pada Tanggal 8 Mei 2020
---------------

0 Comments
Sudah Baca Artikelnya sampai habis? Beri Masukan kepada kami ya... :)