Ticker

6/recent/ticker-posts
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Implementasi Ibadah 3.0 di Tengah Pandemi Saat Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti oleh umat islam dalam menjalankan ibadah karena banyaknya kelebihan-kelebihan di dalamnya. Diantara kelebihannya adalah Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qurán, dibukanya Pintu Surga dan ditutupnya Pintu Neraka, bulan yang penuh Berkah dan Pengampunan, bulan yang melipatgandakan pahala, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari 1000 bulan, bulan yang mustajabahnya do’a, serta bulan yang mengajarkan kepada kita tentang kesabaran dan meningkatkan ketakwaan.

Namun, saat semua umat islam bergembira atas bulan suci Ramadhan, Pandemi Covid-19 pun tak kunjung selesai. Dampak Pandemi pun telah merubah suasana bulan Suci Ramadhan kali ini. Biasanya pada bulan Ramadhan sebelum-sebelumnya kita sering mendengar suara mengaji yang intens dari Masjid/Mushola dekat rumah kita, adanya kegiatan buka bersama baik di masjid/mushola maupun dengan teman seperjuangan, banyaknya kegiatan-kegiatan untuk ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka, banyaknya ustadz-ustadzah yang muncul di pertelevisian, adanya sholat tarawih di Masjid/Mushola, adanya sahur bersama di Masjid/Mushola, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi suasana Ramadhan.

Tetapi Ramadhan kali ini berbeda, kegiatan-kegiatan yang sering kita jumpai selama Ramadhan seperti yang disebutkan sebelumnya tidak kita jumpai lagi karena adanya pandemi yang berkelanjutan ini. Ibadah pun jadi semakin sulit, masjid/mushola pun tertutup dan tidak menyelenggarakan sholat tarawih, tidak mengadakan buka bersama maupun sahur bersama, tidak terdengar lagi dengan sering suara-suara mengaji dari masjid/mushola, serta kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya berkumpul bersama.

Kini saatnya masyarakat Kalimantan Timur secara agregat mengimplementasikan Ibadah 3.0 (Three point zero). Dalam dunia perindustrian, kita mengenal Revolusi 3.0. Revolusi Generasi Ketiga ini ditandai oleh perkembangan semikonduktor dan proses otomatisasi industri. Dengan kata lain, dunia sedang bergerak memasuki era digitalisasi. Kemunculan teknologi digital dan internet menandai dimulainya Revolusi Industri 3.0.

Ibadah 3.0 adalah ibadah yang memasuki era digitalisasi. Ibadah yang dilakukan sebagai akibat dari munculnya teknologi dan internet. Seperti kajian online via aplikasi zoom, kultum setelah tarawih via aplikasi zoom, kegiatan ngabuburit buka puasa secara online, buka bersama secara online dari rumah masing-masing, mendengarkan ngaji lewat media online, tadarus Al-Qur’an secara online, dan kegiatan ibadah lainnya yang bisa kita ubah menjadi online.

Sudah saatnya kita beralih secara menyeluruh ke ibadah 3.0 selama pandemi ini. Diketahui dari tahun ke tahun mulai tahun 2016 hingga 2019 persentase orang yang berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam tiga bulan terakhir di Kalimantan timur terus mengalami kenaikan.

Data yang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur menyebutkan bahwa persentase penduduk yang berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam 3 bulan terakhir pada tahun 2019 adalah sebesar 59,12 persen atau sebanyak 1.993.282 jiwa. Persentase penduduk yang mengakses internet ini lebih didominasi oleh pihak laki-laki sebesar 61,29 persen atau sebanyak 1.086.130 jiwa dibandingkan pihak perempuan yang hanya sebesar 56,71 persen atau sebanyak 907.059 jiwa.

Dibandingkan tahun lalu, angka tahun 2019 ini ternyata mengalami kenaikan sebesar 8,87 persen dibanding tahun 2018. Artinya ada kenaikan sejumlah 335.512 jiwa penduduk laki-laki dan perempuan yang berumur 5 tahun ke atas yang bertambah dalam mengakses internet 3 bulan yang lalu.

Angka yang dicatat oleh BPS Kalimantan Timur mencatat bahwa persentase penduduk yang berumur 5 tahun ke atas yang mengakses internet dalam 3 bulan terakhir di Kalimantan timur pada tahun 2016 adalah sebesar 26,77 persen, pada tahun 2017 sebesar 42,14 persen, pada tahun 2018 sebesar 50,25 persen, dan pada tahun 2019 sebesar 59,12 persen.

Jumlah yang besar ini seharusnya bisa mengubah pola ibadah yang sifatnya bertemu langsung menjadi bertemu di media secara daring. Sehingga pada ramadhan kali ini umat islam tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan lebih berkualitas tanpa mengurangi ibadahnya sedikitpun.


----------------

Tulisan Ini dimuat di Koran Tribun Kaltim Pada Tanggal 8 Mei 2020


---------------


Post a Comment

0 Comments