Sebulan ini saya lagi off dalam dunia tulis menulis di web. Ada
hal yang membuat saya tertarik dengan hal lainnya. Yaitu dunia per-microstock-an.
Ya, dunia desain mendesain sebagai freelance
membuat saya tertarik untuk menyelaminya jauh lebih dalam.
Kejadian ini berawal dari WFO, dan ditambah
karena saya berteman dengan seorang teman yang juga sudah pernah WD (Withdraw) di dunia microstock, saya coba
iseng mulai membangun portofolio saya di sana. Microstock pertama yang saya
selami adalah Shutterstock atau sering disingkat dengan SS.
Awalnya saya mencoba menggunakan
Photoshop untuk membuat karya karya desain saya. Karena dari dulu saya cuma bisa
pegang photoshop. Kebanyakan desain saya adalah hasil dari tracing dari gambar
gambar di internet menggunakan pen tool. Amati, Tiru, Modifikasi, ( ATM ) itulah
yang saya lakukan selama ini.
Oke bertepatan tanggal 6 Mei 2020
saat Work From Home, saya mencoba
mengupload hasil karya saya di web Shutterstock. Alhamdulillah hasilnya
ditolak, ya wajar sih karena memang saya tidak tahu apa apa awalnya. Lanjut saya
perbaiki errornya dari gambar yang
saya upload hingga 5 kali kesalahan,
dan alhamdulillah gambarnya pun berhasil di Approve
pada percobaan ke-6. File awal saya
ketika mengupload adalah JPG, karena
di Shutterstock tidak ada pilihan untuk photoshop atau .PSD. Namun lambat laun
akhirnya saya beralih software editing ke Adobe Illustrator.
Saya memutuskan untuk beralih dari Adobe
Photoshop ke Adobe Illustrator. Meski dari dulu saya tidak familiar dengan
vector, saya belajar sedikit demi sedikit, nonton tutorial sedikit demi sedikit
hingga saat ini. Dan Alhamdulillah saya cukup ‘Bisa’ untuk menggunakannya.
Meski tidak jago, tapi untuk awalan modal dasar lumayan lah.
Satu bulan saya fokus untuk membangun
portofolio saya di Shutterstock. Alamat Portofolio saya ada di https://www.shutterstock.com/g/Didit+Puji+Hariyanto.
Dan dalam satu bulan itu ada
sekitar 86 desain yang telah saya upload. Alhamdulillah selama satu bulan hanya
6 desain yang terdownload. Berikut Screenshoot dashboard saya di Shutterstock.
Meskipun penghasilan saya masih satu dollar, saya
berniat untuk terus melanjutkan membuat karya karya desain yang lain. Lumayan. Nambah-nambah
recehan untuk kantong. Ya bisa dibilang mulung recehan dari internet lah. Hahaha.
Meskipun desain saya jauh dari kata
bagus, tapi ada kata-kata bijak dari bang Rio Purba. Beliau adalah seorang
desainer senior dan youtuber senior. “Sebagus-bagusnya desain tetap aja ada
yang tidak suka, sejelek-jeleknya desain tetap aja ada yang suka” (Rio Purba).
Jadi, jangan rendahkan dirimu untuk
berkarya, teruslah berkarya. Karena dengan berkarya hobimu akan tersalurkan.
Kehidupan yang homogen dari seorang pegawai bisa terhindarkan.
________________________________________________

0 Comments
Sudah Baca Artikelnya sampai habis? Beri Masukan kepada kami ya... :)