Ticker

6/recent/ticker-posts
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø¥ِÙ†ْ تَÙ†ْصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَÙ†ْصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Mencari Kunci Kebebasan di Dalam Perguruan Tinggi Kedinasan

Halo guys, pernah tahu dengan perguruan tinggi kedinasan?
Perguruan tinggi kedinasan merupakan perguruan tinggi yang dinaungi oleh kementerian tertentu atau badan tertentu, contoh terkenalnya seperti STAN, STIS, STIP, IPDN, dll…
Sekarang, saya ingin memberitahukan sedikit bocoran mengenai perbedaan antara kondisi mahasiswa perguruan tinggi kedinasan dengan perguruan tinggi negeri pada umumnya. 

   1.    Bagaimana Kondisi Mahasiswa diantara kedua perguruan tinggi itu?

Perguruan tinggi kedinasan sangatlah berbeda dalam mendidik mahasiswa jika dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri. Hal yang paling mencolok pada mahasiswa di PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) adalah prinsip ‘Dosen mengejar Mahasiswa’. Bagi kamu yang sedang berada di perguruan tinggi negeri, pasti prinsip ini terdengar menyenangkan, karena pada umumnya di perguruan tinggi negeri menerapkan prinsip ‘Mahasiswa yang mencari Dosen’.


Hal lain yang menjadi based of different antara kedua perguruan tinggi tersebut adalah kebebasan mahasiswa, di dalam PTK mahasiswa dituntut untuk selalu patuh terhadap peraturan yang berlaku dan menjalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mahasiswa dituntut untuk Perfectionist. Sedangkan di perguruan tinggi negeri mahasiswa dituntut untuk selalu bebas berekspresi, selalu terbuka dalam segala hal, dituntut untuk mandiri dalam segala hal sehingga didikan langsung dari kampus terasa kurang karena mahasiswa dituntut kebebasannya.

   2.   Hal Mudah untuk Menggambarkan Mahasiswa PTK dan PTN

Tak tertutup kemungkinan diantara kalian masih ada yang masih bingung perbedaan antara kondisi mahasiswa PTK dan PTN, untuk memudahkan anda untuk mengenal lebih dalam kondisi mahasiswanya, di sini saya akan mengibaratkannya seperti burung dan sangkar.

Sumber : Google Image
Bagi mahasiswa PTK, mereka diibaratkan seperti seekor burung yang berada di dalam sangkar, burung itu terjebak di dalam sangkar karena pintu yang ada di depannya ditutup rapat. Burung tersebut tidak bisa bebas untuk melakukan apapun, tidak bisa bebas untuk berekspresi karena ukuran sangkarnya yang tetap saja seperti itu.

Bagi mahasiswa PTN, mereka sebenarnya diibaratkan seperti seekor burung juga di dalam sangkar. Di tangan mereka telah ada kunci untuk membuka sangkar yang selalu membatasi gerakan mereka. Burung itu bebas untuk berada di dalam sangkar ataupun di luar sangkar. Ketika sang burung ingin berada di ruang sangkar atau ‘ALAM BEBAS’, maka mereka tinggal membuka pintu keluarnya dengan menggunakan kunci mereka.

   3.    Bisakah Mahasiswa PTK menjadi PTN dalam hal kebebasan?

Pertanyaan yang bagus. Sebenarnya mahasiswa PTK ataupun mahasiswa PTN adalah sama-sama mahasiswa dan sama-sama memiliki hak dan kebebasan untuk selalu berekspresi. Mahasiswa berasal dari orang yang sama dan dari kondisi SMA yang secara umum sama.  Yang jadi persoalan di sini adalah bagaimana treatment pendidikan yang disuguhkan ke mahasiswa.

Pendidikan tetaplah pendidikan, hal yang sangat berguna dan sangat penting bagi kita semua. Yang menjadi permasalahannya adalah banyak yang gagal move on dari statement ‘Mahasiswa Kedinasan’…  kenapa?

Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK419kq0KiLgeS3TQ1nkaKKx-8roPVFqCD3Uo7t9ag-QxVv5RdSOk6y2Ea9o1dQu2uYepl4Kj0bs8ZRmxSP4oSfFZG8tiZYeYa0PvKz1Yepxj90hvs5OTJvjgbNtFnP28O6TpXwT2AdXB6/s1600/spirit.jpg


Karena mindset orang banyak ketika mendengar mahasiswa kedinasan yang difikirkan adalah mahasiswa yang selalu patuh kepada aturan-aturan, hidupnya kaku dan monoton, dan sebagainya. Sebenarnya jika hal ini diketahui oleh seluruh mahasiswa kedinasan, kita memang seekor burung yang terjebak di dalam sangkar, sebenarnya kunci untuk membuka pintu sangkar  berada di dalam sangkar di suatu tempat. Tinggal kita optimis dan berusaha untuk mencarinya Insya Allah kita dapati. Jangan sampai gerakan kita terbatas sampai di sini. Berekspresilah dan bergeraklah untuk mengejar impian dan prestasimu. Sering-seringlah berteman dan bergaul dengan mahasiswa PTN lainnya supaya kamu tahu apa perbedaan di antara kamu dengan mereka. Sering-seinglah berdiskusi dengan mereka sehingga pola fikirmu tidak stagnant atau terbatas.

Tulisan ini merupakan tulisan dari seorang mahasiswa kedinasan yang telah mendapatkan kunci kebebasan. Saya menuliskan hal ini supaya teman-teman yang lain bisa dengan leluasa berekspresi baik jasmani maupun ruhani. Karena kita adalah mahasiswa.
HIDUP MAHASISWA!!!

Post a Comment

0 Comments