Ticker

6/recent/ticker-posts
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø¥ِÙ†ْ تَÙ†ْصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَÙ†ْصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Syukuran Makanan untuk Jalan Malam

Di kala air hujan yang menjatuhi bumi yang indah ini pada suatu malam, kami berenam tetap optimis bisa pergi ke tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya. Bergemuruhan dan awan yang mendung menjadi pertanda yang sangat jelas bahwa kegiatan kami akan dibatalkan pada hari itu. Raffi, yang sedang duduk bersandar di kamar tidurnya memandangi langit-langit yang seakan-akan berbicara padanya.  Sambil berkata di dalam hatinya, apakah acara di malam Ini akan dibatalkan lagi? Melihat kemarin sudah dibatalkan.


Sambil menyeduh teh yang telah disajikan didepannya sambil melihat jam yang berada di dinding yang tepat berada di depannya. Tik…tok….tik…tok… Begitulah bunyi jam yang terdengar meski di luar sedang hujan deras.

Dan setelah waktu maghrib pun Sang Pemilik Alam Semesta ini telah menakdirkan untuk memberhentikan hujan. Dan di saat itu adalah kesempatan kami untuk pergi ke Rumah Makan. Lah? Di Rumah Makan mau ngapain?

Ya,,,, itulah acara kami, pergi ke salah satu rumah makan yang ada di Kota Jakarta Timur ini. Gokanaaa…. Begitulah sebutan familiarnya. Acara kami adalah syukuran makan-makan sekalian jalan-jalan di malam jumat.
Sesampainya di tempat tujuan, kami memesan menu yang seadanya. Adanya itu ya kami pesan. Yang popular di kala itu adalah Mie Ramen… Yeay…. Serasa Naruto banget…. (Ingat film naruto :v)..

Seporsi, dua porsi, tiga porsi dan akhirnya sampai seluruh porsi diantar ke meja kami, dan beginilah suasananya…

Dokumen Pribadi

Tak panjang lebar, kami langsung menyantapnya, tak pikir panjang, kami langsung menghabiskannya. Tak bicara banyak, kami langsung mengambil sendok dan sumpitnya.

Pedas, panas, banyaknya minta ampun, dan yang pastinya enak adalah kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan sewaktu makan. Dan karena terlalu pedasnya, bahkan keringat ini dengan sendirinya keluar dan AC di dalam ruangan pun tidak terasa dingin lagi.

Dokumen Pribadi

Sekitar 75 menit kemudian, saatnya kami hitung menghitung Bill (Bukan nama orang ya… =D). Hitungnya pun kami memakai kalkulator dan sempat kebingungan (Padahal di kuliah udah sering ngerjain soal hitung menghitung :v).


Dan setelah membuka obrolan sedikit, kami pun pulang dengan berjalan kaki di malam hari hingga sampai ke kontrakan M-Islamic Zone.

Post a Comment

0 Comments