Ticker

6/recent/ticker-posts
ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø¥ِÙ†ْ تَÙ†ْصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَÙ†ْصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Antara Pro Pemerintah dengan Pro Oposisi


Menjelang Pilpres tahun 2019, bangsa indonesia sudah dihebohkan antara kubu pro Pemerintah dengan pro oposisi di media sosial. Media sosial menjadi luapan emosional netizen untuk mengekspresikan pikirannya setelah berulang-ulang terjadinya persekusi kepada pihak yang pro oposisi. Persekusi yang terjadi di berbagai daerah membuat suasana kian heboh dan panas. Tak jarang juga K.H. Aagym bersusah payah untuk mengademkan suasana. Kampanye belum dimulai tetapi tagar #2019GantiPresiden sudah bertarung dengan tagar #2019TetapJokowi. Bahkan netizen sibuk memikirkan kedua tagar tersebut hingga lupa kesibukan kesehariannya.

Benarlah yang dikatakan oleh Prof. Rocky Gerung yang mengatakan bahwa “Hidup bagi para Penguasa adalah Dagelan, sedangkan bagi rakyat adalah tragedi”. Pemikiran selanjutnya dikendalikan oleh hasil dari sebuah dagelan penguasa, sehingga akal sudah tidak berdaya melawan emosi. Beginikah demokrasi?

Mengutip perkataan ustadz Anis Matta yang mengatakan bahwa demokrasi ini bagaikan sebuah rel kereta yang melintasi perkampungan warga, meski berbahaya dan mengeluarkan suara yang begitu bising, namun kereta itu tetap melaju di relnya. Begitu juga demokrasi, meski bising dan ramai, namun rel hukumnya harus tetap berjalan agar warga di kampung tersebut merasa aman meski kereta datang dengan kecepatan yang kencang dan mengakibatkan suara yang bising.

Para ahli pun distereotype oleh netizen menjadi pro salah satu pihak, dan ini yang membuat masyarakat di framing oleh media untuk menjadi salah satu pro pemerintah atua pro oposisi. Hellow, sudah jelas dalam hatinya setiap orang akan memilih salah satu di dalam hatinya, tetapi jangan campur adukkan ruang publik dan ruang private. Para ahli pasti akan bersikap profesionalitas terhadap profesinya.

Post a Comment

0 Comments