Pegawai Negeri Sipil (PNS) kerap kali
digandengkan dengan orang-orang yang tidak ada kerjaan, kerjanya santai sambil membaca
koran di pagi hari yang didampingi oleh secangkir kopi. Pekerjaan yang diimpikan
oleh semua orang. Kerjanya santai, akhir bulan terima gaji. Sungguh indahnya
pekerjaan seperti itu bagi beberapa kalangan. Padahal banyak sekali tugas yang
tidak diketahui oleh masyarakat yang juga tidak dikerjakan oleh seorang PNS.
Pekerjaan wajibnya saja yang dilakukan, sedangkan pekerjaan sampingannya yang
sifatnya mendukung pekerjaan utamanya tidak dilakukan. Padahal pekerjaan
sampingannya itu juga penting untuk menciptakan good government dan clean
government. Pekerjaan utamanya juga dikerjakan dengan tujuan yang penting
selesai, bukan berorientasi bagaimana pekerjaannya diselesaikan secara
berkualitas.
Menjadi PNS yang inovatif dan kreatif
bukanlah tidak mungkin dilakukan, hanya saja memang menjadi PNS yang inovatif
dan kreatif harus menjadi seorang yang out
of the box dari lingkungannya. Yakni yang bersangkutan harus menghancurkan
tembok tebal nan kokoh yang ada di depan hadapannya. Namun tidak semua PNS yang
mau menghancurkan tembok tersebut, banyak PNS yang betah dalam lingkungan
‘nyaman’ nya dan tidak berani move on
dari area ‘nyaman’ nya. Hal ini juga diakibatkan oleh sistem yang menjamin
kehidupan seorang PNS hingga pensiun dan tidak adanya punishment terhadap individu tersebut jika pekerjaan sampingannya
tidak dilakukan, yang penting pekerjaan utamanya beres.
![]() |
| Sumber : Freepik |
Ada satu hal yang sangat
memprihatinkan bagi saya jika melihat beberapa PNS. Ingat hanya beberapa PNS
bukan semuanya. Itu pun PNS yang kerjanya di bagian teknis, bukan di bagian
administrasi. Yaitu seorang PNS hanya mau bekerja jika ada anggarannya, baik
itu anggaran dari APBN, APBD, atau dari sumber lainnya.
Contohnya saja kondisi terkait
koordinasi dan kolaborasi antara beberapa pihak pemerintah yang masih tidak robust. Tidak adanya integrasi yang
memungkinkan pekerjaannya bisa dilakukan dengan lebih efisien dan efektif.
Bahkan hanya untuk mengentri data saja juga harus ada anggaran yang ia dapatkan,
jika tidak ada, dia tidak mau mengentri data. Padahal ia telah memperoleh gaji,
namun begitulah jika seorang PNS yang kerjanya hanya Money Oriented atau berorientasikan kepada uang. Wajarlah jika sistem
pemerintahan kita saat ini masih jauh dari kata sempurna, jauh dari istilah good government karena jauh dari kondisi
clean government.
Belum lagi ketika proyek
dimain-mainkan, contohnya pembangunan jalan di kampung. Proyek pembangunan
jalan yang ada di kampung dikerjakan dengan asal asalan. Sengaja membangun
jalan yang memiliki umur pendek, yang diperkirakan bisa bertahan dalam kurun
waktu dua tahun, agar nanti di tahun ketiga bisa diadakan kembali proyek
pembangunan jalan di kampung karena jalannya yang sudah rusak, sehingga setiap
ada proyek, maka pemasukan di dompet PNS yang melakukan proyek tersebut juga
semakin tebal.
Saya tau dan mendukung bahwa
pemerintah sudah membenahi diri dengan mengurangi jumlah PNS yang tidak
produktif karena hanya membebani APBN dan APBD saja. Pengurangan PNS dilakukan
dengan tidak menerima CPNS setiap tahunnya. Pembenahan ini juga dilakukan
dengan cara memberlakukan sistem Tunjangan Kinerja yang besarannya tergantung
dari produktifitas seorang PNS setiap bulannya. Namun meskipun begitu, kita
harus tingkatkan lebih tinggi karena pembenahan ini seyogyanya jauh dari kata
sempurna.

0 Comments
Sudah Baca Artikelnya sampai habis? Beri Masukan kepada kami ya... :)