Bulan Desember tahun 2019 kamu memunculkan dirimu di dunia ini dengan lebih ganas daripada sebelumnya, yang semula menyerang Kota Wuhan hingga sekarang rasanya tak lengkap negara jika tidak ada kamu yang lagi bersarang. Korona muncul akibat orang-orang yang menyukai kelelawar, yaitu makanan dari hewan yang memiliki taring dan memiliki kuku yang seharusnya tak lazim dimakan oleh manusia menurut pandangan negara pada umumnya. Tapi apalah dikata kamu sudah menunjukkan diri tinggal kita yang harus waspada terhadap virus ini.
Pada bulan Maret tahun
2020 yang lalu virus korona telah sampai ke Indonesia melalui dua orang yang
tercatat hingga kini mencapai angka ribuan. Pemerintah pun segera mengambil
tindakan untuk me-lockdown wilayahnya atau lebih pastinya
disebut PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Karena langkah ini
dirasa paling menguntungkan bagi Negara dibandingkan Lockdown.
Karena apabila Negara memutuskan Lockdown, maka seluruh
kebutuhan masyarakat akan ditanggung oleh Pemerintah yang akan membebani APBN,
semua aktivitas ekonomi lumpuh total, pertumbuhan ekonomi akan jatuh bebas
bahkan minus, kurs rupiah terhadap dollar akan melemah drastis dan masih banyak
akibat buruk lainnya.
Apakah Benar Virus Korona ini Tidak
Berbahaya Dibandingkan Virus lainnya?
Penelitian terbaru
yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet Infectious Diseases mengungkapkan bahwa angka kematian akibat
virus corona jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya yaitu
sekitar 0,66 persen. Artinya dari 100 orang yang terinfeksi positif
virus korona setidaknya ada 0 hingga 1 orang yang meninggal. Bukankah Persentasenya
lumayan kecil dibandingkan virus lainnya. Pada awal Maret yang lalu, Anthony
Fauci selaku direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular
Nasional AS, mengatakan bahwa jika dilakukan perhitungan matematika, maka
angka kematian akibat virus korona ini bisa mencapai sekitar 2 persen. Namun
dia menekankan bahwa jumlahnya bisa turun. Sekali lagi saya katakan bukankah
angka kematiannya relative kecil?
Memang angka kematian
akibat virus korona ini relative kecil, hanya saja yang berbahaya adalah penyebaran
virus ini sangatlah tinggi, tinggi layaknya Deret Eksponensial,
bukan lagi deret aritmetika. Akibatnya penanganannya akan kewalahan.
Bayangkan
saja dalam waktu yang relative singkat lonjakan pasien yang positif
korona semakin melambung tinggi sehingga pihak rumah sakit ataupun
puskesmas atau tenaga medis lainnya tidak bisa merawat semua pasien karena
keterbatasan tempat tidur dan ruangan. Karena perawatan pasien yang terjangkit
virus korona ini harus diisolasi dari pasien lainnya sehingga membutuhkan
banyak space. Penyebaran yang cepat layaknya bilangan
eksponensial itu jika kita tidak hati-hati dan meremehkan virus korona ini,
maka bisa saja orang yang terjangkit virus ini dapat mencapai angka jutaan
ataupun lebih. Dan jika kita lihat persentase kematian yang relatif kecil ini
jika kita kalikan dengan jutaan orang maka angkanya tidak lagi menjadi kecil.
Apalagi yang menakutkannya lagi adalah orang yang terjangkit virus ini bisa
mendadak jatuh meninggal seperti zombie di film film yang bergenre action dan mystery.
Bagaimana Virus Korona
ini bisa Menyebar Begitu Cepat?
Menurut World
Health Organization (WHO), COVID-19 ini menular melalui orang yang
telah terinfeksi virus corona. Penyakit dapat dengan mudah menyebar
melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang
yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk.
Tetesan
itu kemudian
mendarat di sebuah benda atau permukaan benda kemudian disentuh oleh orang yang
sehat, kemudian orang yang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut
mereka. Maka orang yang tadinya
sehat akan menjadi positif korona akibat kelalaiannya sendiri.
Dan bayangkan apabila
orang yang positif korona tersebut bersin atau batuk sehingga tetesan air yang
membawa virus korona itu menempel di gagang pintu swalayan,
kemudian dipegang oleh banyak orang yang masuk ke swalayan tersebut, akan jadi
berapa banyak peningkatan orang yang positif? Tentunya akan seperti deret
eksponensial. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah kita tidak mengetahui
orang yang positif korona maupun yang negatif korona karena untuk beberapa
orang, mereka tidak terlilhat memiliki gejala korona, sehingga sudah selayaknya
kita harus berhati-hati terhadap semua orang yang notabenenya bisa jadi
merupakan orang yang membawa virus korona ini (carrier)
di dalam tubuh mereka.
Bagaimana caranya Virus
Korona ini menyerang Manusia ?
Virus corona menyerang tubuh manusia mirip dengan virus
SARS yang mempunyai tiga fase, yaitu Replika Virus, Hiperaktif
Imun dan Perusakan Paru-Paru. Masa inkubasi virus corona rata-rata 5,1
hari, pada awal seseorang terinfeksi maka akan mempunyai banyak virus corona di
dalam tubuhnya. Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah penelitian bahwa virus
korona ini mempunyai mekanisme bereplika sangat efisien di dalam saluran
pernapasan bagian atas.
Ketika seseorang terinfeksi virus corona maka sistem kekebalan
tubuh akan memicu respon sitokin atau sel-sel kekebalan tubuh akan mulai
menyerang virus corona. Dalam kondisi seperti ini virus corona akan menjadi
lebih reaktif dan menghambat proses pemulihan tubuh.
Kemudian virus korona ini menyerang tubuh manusia melalui tiga
pola yang dimulai dari gejala ringan seperti yang menyerang saluran pernapasan
bagian atas seperti batuk kering, pilek, demam dan sakit kepala hingga
menimbulkan pneumonia. Satu minggu setelahnya gejala pnuemonia semakin memburuk
dan menyebabkan sindrom gangguan pernafasan akut yang membutuhkan perawatan
khusus dengan pemasangan alat bantu pernapasan.
Apa langkah yang harus
dilakukan supaya memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Ini?
Stay
at Home, dirumah aja merupakan
jawaban yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan ini. Dengan semua orang
menerapkan stay at home maka bisa dipastikan penyebaran
virus ini akan terputus. Jika kamu memang mengharuskan keluar rumah untuk
membeli kebutuhan sehari hari ataupun kebutuhan mendesak yang mengharuskan
keluar rumah, maka
- Jangan lupa untuk memakai
masker yang direkomendasi tenaga medis agar tetesan air yang membawa virus
korona tidak langsung mengenai muka kita apabila ada orang yang bersin di
depan kita.
- Jangan lupa selalu mencuci
tangan dengan sabun atau pembersih lainnya sebelum tangan kita menyentuh
bagian muka kita. Karena virus ini terbangun dari struktur lemak, maka
pembersih apapun yang bisa menghilangkan lemak juga bisa menghilangkan
virus korona ini.
- Tetap jaga jarak aman sekitar 2
meter apabila berinteraksi dengan orang lain.
- Jangan lupa tutup saat kamu
sedang batuk ataupun bersin karena siapa tahu kamu juga salah satu orang
yang membawa virus ini.
- Jangan Mudik jika kamu tidak
bisa memastikan dirimu negative korona, jangan bahayakan keluarga kamu
yang sedang menunggu kamu di kampung halamanmu.
Kita sama-sama doakan
supaya penyebaran virus ini bisa terhenti dan terputus mata rantai
penyebarannya agar kita bisa melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Agar
perekonomian negara kita kembali normal, agar anak anak kita bisa bermain dan
bersekolah tanpa diiringi oleh rasa takut.
Dan bagi yang beragama
islam, mari kita jalankan Ramadhan ini sesuai dengan kondisi tempat kita
masing-masing, kita doakan semoga virus ini bisa selesai sebelum Ramadhan tiba.
Aamiin…
-------------





0 Comments
Sudah Baca Artikelnya sampai habis? Beri Masukan kepada kami ya... :)