Virus
Corona yang berasal dari kota Wuhan ini diketahui telah sampai di Indonesia
pada bulan Maret yang lalu. Mulai dari Jakarta dan sekitarnya virus ini kian
merebak ke seluruh wilayah, tak terkecuali di Kabupaten Kutai Barat. Kabupaten
kutai barat yang memiliki angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,69 ini baru mengetahui bahwa ada warganya yang
terkena virus corona beberapa hari yang lalu.
Hal
ini tentu saja membuat semua stakeholder
di kutai barat khawatir akan penyebarannya. Dalam hal ini kita tidak mau
seperti negara Italia dan Amerika yang pada mulanya tidak serius menangani
virus ini, dan berakhir pada banyaknya warga yang terinfeksi.
Beberapa
hari lalu Bupati Kutai Barat FX. Yapan, SH telah menetapkan Kutai Barat
berstatus Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah. Keputusan ini kemudian di-follow up dengan membatasi keluar
masuknya warga di Kutai Barat. Hingga beredarnya informasi bahwa warga yang
tidak ber-KTP Kutai Barat dilarang keluar masuk kabupaten kubar kecuali dengan
kepentingan-kepentingan tertentu, seperti membawa logistic dan lain sebagainya.
Hingga
saat ini pemerintah kutai barat belum menutup UMKM-UMKM di kutai barat. Hal ini
memang keputusan yang tepat mengingat pembatasan social distancing atau physical
distancing yang kita kenal dengan istilah ‘Jaga Jarak’ ini dianggap sudah
cukup untuk menghentikan penyebaran virus. Kita boleh berjaga jaga dan waspada terhadap
penyebaran virus yang begitu cepat, tetapi kita juga tidak seharusnya menjadi
panik secara berlebihan. Yang ada malah mendatangkan mudharat yang lebih besar
daripada manfaatnya.
Metode
jaga jarak ini juga didukung oleh pemuka pemuka agama di kutai barat. Mereka
menghimbau ke jamaahnya masing-masing untuk diperbolehkan beribadah di rumah
masing masing. Meliburkan anak sekolah (belajar dari rumah), poster pencegahan
Covid-19 (Corona Virus Disease 2019)
yang ada di mana-mana, sehingga mengingatkan warganya untuk selalu cuci tangan
adalah wujud nyata dalam pencegahan Covid-19 ini.
Adanya
keputusan ‘Jaga Jarak’ ini tentunya akan berdampak pada perekonomian Kutai
Barat. Hal ini juga dialami oleh hampir semua wilayah yang membatasi arus
keluar masuknya manusia. Menurut pernyataan Presiden Ghana yang ditulis pada
akun resmi twitternya pada tanggal 28 Maret yang lalu berbunyi, “Kami tahu cara
menghidupkan kembali ekonomi. Yang kami tidak tahu adalah bagaimana
menghidupkan kembali orang yang mati” itu sempat viral di beberapa media
sosial.
Meskipun
demikian, tidak ada salahnya jika kita membahas perekonomian kutai barat.
Menurut Badan Pusat Statistik, Produk Domestik Regional Bruto dapat dihitung
menurut lapangan usaha dan pengeluaran. Diketahui bahwa Pertumbuhan ekonomi
Kutai Barat pada tahun 2019 yang lalu mencapai angka 5,58 persen. Angka ini
cukup tinggi namun tetap harus waspada. Karena distribusi perekonomian kutai
barat sebesar 16,04 persen disumbangkan oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga.
Apabila warung, toko, rumah makan, dan UMKM lainnya ditutup maka pengeluaran
konsumsi rumah tangga diperkirakan akan semakin menurun. Belum lagi apabila
bahan makanan dan minuman juga terbatas maka akan semakin banyak persentase
konsumsi rumah tangga yang turun. Akibatnya akan berdampak pada perekonomian
kabupaten. Belum lagi dampak terhadap Pembentukan Modal Tetap Bruto dan Net
Ekspor Barang dan Jasa yang menyumbang lebih dari 75,55 persen dari
perekonomian kutai barat sebagai akibat dari butterfly effect wabah virus ini.
Di
sisi lain, selain banyaknya dampak negative yang ditimbulkan oleh wabah ini, tidak
kita pungkiri bahwa beberapa sektor penyumbang ekonomi diperkirakan akan
meningkat, salah satunya adalah industri tekstil. Banyaknya pembuatan masker
dari kain merupakan efek samping adanya wabah ini. Hal ini merupakan hal
positif yang bisa kita dapatkan. Tercatat pula pada laman BPS Kutai Barat bahwa
sumbangan sektor industri terhadap PDRB tahun 2019 yang lalu adalah sebesar
5,71 persen. Apabila sektor sektor yang berkembang saat wabah ini ditingkatkan
lebih dominan, maka pemerintah dapat menekan dampak negative dari wabah
covid-19 ini.
-----------

0 Comments
Sudah Baca Artikelnya sampai habis? Beri Masukan kepada kami ya... :)